MEDAN –
Waktu boleh berlalu, usia boleh bertambah, tetapi kenangan persahabatan sejati ternyata tidak pernah benar-benar hilang.
Kebahagiaan dan rasa haru menyelimuti pertemuan Aswani dan Tanti, dua sahabat lama yang dipertemukan kembali setelah puluhan tahun tidak bertatap muka.
Kini, ketika usia keduanya telah menginjak sekitar 54 tahun, kenangan masa kecil hingga masa remaja kembali hadir seolah baru terjadi kemarin.
Persahabatan mereka telah terjalin sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Kebersamaan itu kemudian berlanjut saat keduanya menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Musik (SMM) Negeri Medan, sekolah setingkat SMA yang menjadi tempat mereka belajar, tumbuh, dan mengenal lebih dalam dunia musik.
Dahulu, hari-hari mereka dipenuhi cerita sederhana—belajar bersama, bercanda, berbagi pengalaman, serta memainkan alat musik.
Namun, setelah menyelesaikan pendidikan, perjalanan hidup membawa Aswani dan Tanti menempuh jalan masing-masing.
Kesibukan, pekerjaan, keluarga, dan jarak membuat komunikasi perlahan terputus.
Puluhan tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali.
Saat berjumpa, senyum bahagia bercampur haru menghiasi wajah keduanya.
Mereka saling memandang, seakan berusaha menemukan kembali sosok sahabat muda yang dahulu selalu hadir dalam perjalanan sekolah.
Rambut mungkin mulai berubah, wajah tak lagi sama seperti masa remaja, tetapi kehangatan persahabatan itu tetap terasa.
Percakapan pun mengalir, mengenang guru, teman-teman sekolah, suasana kelas, hingga masa-masa ketika mereka memainkan musik bersama.
Pertemuan Aswani dan Tanti menjadi bukti bahwa persahabatan yang dibangun dengan ketulusan tidak akan lekang dimakan waktu.
Meski puluhan tahun terpisah dan kehidupan telah membawa banyak perubahan, ikatan kenangan tetap mampu menyatukan dua hati yang pernah tumbuh bersama.
Kini, pada usia 54-an, pertemuan tersebut bukan sekadar reuni dua sahabat lama. Ini adalah perayaan atas kenangan, perjalanan hidup, dan rasa syukur karena Tuhan masih memberikan kesempatan kepada mereka untuk kembali duduk bersama, tertawa, serta menyambung persahabatan yang sempat terpisah oleh waktu.
Aswani dan Tanti akhirnya kembali bertemu. Puluhan tahun berlalu, tetapi nada persahabatan mereka tetap sama—indah, hangat, dan tidak pernah terlupakan.(***)
















