Gayo Lues: Wajah Baru Kampung Akul, Jejak Kemajuan Lewat Realisasi Dana Desa

REDAKSI JNN

- Redaksi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:04 WIB

5014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Berada di kaki perbukitan yang hijau dan asri, Kampung Akul menyambut siapa saja yang datang dengan udara sejuk dan pemandangan yang menenangkan. Lebih dari sekadar permukiman biasa, desa yang kini masih berstatus sebagai Kampung Tertinggal ini terus berbenah dan bekerja keras mengejar ketertinggalan, utamanya melalui penguatan sektor ekonomi produktif serta pembangunan infrastruktur dasar yang mengandalkan Dana Desa.

Menginjakkan kaki di sini, denyut aktivitas pembangunan dan penataan lingkungan terasa nyata. Di pusat kampung, Kantor Pemerintahan Kampung berdiri tegak sebagai pusat koordinasi dan tata kelola warga, didukung keberadaan gedung balai kemasyarakatan yang terpelihara dan representatif untuk menunjang berbagai kegiatan bersama. Keseriusan menjaga keberlanjutan lingkungan juga terlihat dari tersedianya fasilitas pengelolaan sampah permukiman, demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Tak jauh dari sana, Pos Keamanan Desa tampak aktif beroperasi dengan kesiagaan ronda malam yang rutin, menjaga agar suasana lingkungan tetap kondusif dan aman bagi seluruh warga. Sementara itu, bukti kepedulian terhadap masa depan generasi penerus dan kesejahteraan sosial tergambar jelas dari gedung Posyandu yang giat melayani kesehatan ibu dan balita, serta kompleks PAUD dan Madrasah Non-Formal milik desa yang menjadi tempat menimba ilmu bagi anak-anak usia dini. Semangat kebersamaan juga terpelihara lewat pemeliharaan sarana kebudayaan dan tempat ibadah, ditambah komitmen keterbukaan melalui pemasangan baliho dan poster yang memuat penetapan hingga laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) agar dapat dipantau masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data terbaru yang dirilis Jaringan Pencegahan Korupsi per 30 Juli 2026, penyaluran Dana Desa untuk Kampung Akul tahun anggaran 2026 telah terealisasi sepenuhnya atau mencapai 100 persen dari total pagu senilai Rp 518.956.000. Pencairan dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap pertama sebesar Rp 207.582.400 (40 persen) dan tahap kedua sebesar Rp 311.373.600 (60 persen).

Seluruh anggaran tersebut dialokasikan secara strategis, terukur, dan tepat sasaran untuk menjawab kebutuhan mendesak warga serta mendongkrak perekonomian lokal:

– Sektor Pertanian & Ekonomi Kerakyatan: Alokasi terbesar digelontorkan untuk peningkatan produksi tanaman pangan senilai Rp 96.000.000, yang mencakup penyediaan alat produksi hingga sarana pengolahan hasil panen seperti penggilingan padi dan jagung sebagai penggerak utama ekonomi warga.

– Infrastruktur & Fasilitas Sosial: Meliputi pemeliharaan gedung balai desa dan balai kemasyarakatan (Rp 38.900.000), pembangunan fasilitas pengelolaan sampah desa (Rp 4.800.000), serta alokasi penanganan keadaan mendesak (Rp 4.500.000).

– Kesehatan, Pendidikan & Keamanan: Terdiri dari penyelenggaraan layanan Posyandu (Rp 12.000.000), operasional PAUD hingga madrasah non-formal (Rp 12.000.000), pengadaan Pos Keamanan Desa (Rp 5.000.000), serta pemeliharaan sarana keagamaan dan kebudayaan (Rp 3.600.000).

– Tata Kelola & Administrasi Pemerintahan: Mencakup biaya penyelenggaraan musyawarah perencanaan desa (Rp 9.440.000), pemeliharaan kantor desa (Rp 7.000.000), pengelolaan arsip dan administrasi (Rp 6.800.000), operasional pemerintah desa (Rp 4.000.000), hingga penyediaan sarana informasi publik desa (Rp 2.100.000).

Berkat pengelolaan yang transparan serta fokus pembangunan yang tajam pada sektor ketahanan pangan dan perbaikan fasilitas publik, Kampung Akul kini melangkah penuh optimis. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat roda pembangunan, mengangkat status kemandirian desa, serta mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warganya. (*)

Berita Terkait

Di Balik Angka dan Dokumen: Renungan dari Desa Blang Kala
2026 Bemem Buntul Pegayon: Desa Maju di Wilayah Gayo Lues
Desa Ampa Kolak Semakin Maju: Dana Desa Dikelola Tepat Sasaran untuk Warga
Penyaluran Dana Desa Pining 2026 Tahap Pertama Optimal untuk Peningkatan Kesejahteraan dan Pelayanan Publik
Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Pengancaman di Tanjung Morawa Dinilai Berjalan Lamban, Pelapor Harapkan Kepastian Hukum
PHI Medan Tolak Gugatan 101 Pensiunan dan Ahli Waris PTPN II
Penyidikan Kasus Kematian Sungguh Satria Aritonang Dinilai Berjalan Lambat, Kuasa Hukum Pertanyakan Belum Diperiksanya Saksi Kunci
Jaga Soliditas dan Sinergitas, Kapolres dan Forkopimda Simalungun Serta Pematang Siantar Gelar Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:26 WIB

Desa Ampa Kolak Semakin Maju: Dana Desa Dikelola Tepat Sasaran untuk Warga

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Gayo Lues: Wajah Baru Kampung Akul, Jejak Kemajuan Lewat Realisasi Dana Desa

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Penyaluran Dana Desa Pining 2026 Tahap Pertama Optimal untuk Peningkatan Kesejahteraan dan Pelayanan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 - 01:32 WIB

PHI Medan Tolak Gugatan 101 Pensiunan dan Ahli Waris PTPN II

Selasa, 21 Juli 2026 - 01:09 WIB

Penyidikan Kasus Kematian Sungguh Satria Aritonang Dinilai Berjalan Lambat, Kuasa Hukum Pertanyakan Belum Diperiksanya Saksi Kunci

Senin, 20 Juli 2026 - 21:07 WIB

Jaga Soliditas dan Sinergitas, Kapolres dan Forkopimda Simalungun Serta Pematang Siantar Gelar Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat

Senin, 20 Juli 2026 - 16:58 WIB

Praktisi Hukum M. Hidayat Hasibuan Soroti Proses Penetapan Tersangka, Minta Penyidikan Berjalan Sesuai KUHAP

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:14 WIB

Kapolda Flag Off Riau Bhayangkara Run 2026: Riau Melawan Karhutla

Berita Terbaru